Krisis Bunuh Diri Wanita Naik 83% di Jepang

Selamat datang dan Selamat Bergabung, di situs berita online yang menyediakan berbagai macam berita Internasional, sport, Berita Dalam Negri, Gosip Artis, dan berita Viral lain nya.

Halo sobat penggemar membaca artikelharian di bawah ini akan admin bagikan untuk ada sebuah berita online yang akan di update di halaman situs artikelharian.

Jangan lupa untuk share situs ini ke acount sosial media yang kamu punya ya.

Tahukan anda bahwa di situs artikelharian ini memberikan anda informasi-informasi seputar berita yang sedang trending saat ini, penasaran kan? langsung kunjungi artikel nya.

Berikut dibawah ini admin sajikan berita online terkini dan di terbitkan pada Hari ini Khusus Untuk Anda.

Krisis Bunuh Diri Wanita Naik 83% di Jepang

Krisis Bunuh Diri Wanita Naik 83% di Jepang
Krisis Bunuh Diri

Artikelharian.comKrisis Bunuh Diri Wanita Naik 83% di Jepang,

Krisis bunuh diri semakin memburuk di Jepang. Ini terlihat dari semakin banyaknya orang yang

mengakhiri hidupnya pada Oktober lalu daripada orang yang meninggal akibat Covid-19 selama setahun penuh di Jepang.

Negara yang memiliki angka bunuh diri tertinggi di dunia ini, mencatat 2.153 insiden pada Oktober lalu. Angka ini terus meningkat selama empat bulan berturut-turut.

“Kami bahkan tidak melakukan lockdown, dan dampak Covid sangat minim dibandingkan dengan

negara lain. Tetapi kami masih melihat peningkatan besar dalam jumlah kasus bunuh diri,” terang

Profesor di Universitas Waseda di Tokyo, Michiko Ueda, kepada CNN.

“Itu menunjukkan negara lain mungkin melihat peningkatan serupa atau bahkan lebih besar dalam

jumlah kasus bunuh diri di masa depan,” lanjutnya.

Angka bunuh diri ini diketahui lebih banyak terjadi di kalangan wanita, dengan peningkatan hampir 83%

dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya.

Sebagai perbandingan, kasus bunuh diri pria meningkat hampir 22% dalam periode waktu yang sama.

Meningkatnya angka ini diperkirakan karena semakin banyaknya tekanan yang dihadapi wanita.

Terutama mereka yang bekerja sektor perhotelan dan ritel yang harus menghadapi pemutusan hubungan kerja.

meninggal akibat Covid-19

Selain masalah pekerjaan, mereka juga berisiko lebih besar mengalami kekerasan dalam rumah

tangga (KDRT) karena menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan.

Wanita juga dianggap merasakan kecemasan yang terus meningkat tentang kesehatan dan kesejahteraan anak-anak mereka di tengah pandemi.

Penutupan sekolah di musim semi pun menyebabkan peningkatan tanggung jawab pengasuhan anak.

Menurut studi global yang dilakukan Care International, wanita telah menunjukkan sumber stres utama

bagi wanita adalah melonjaknya beban perawatan yang tidak dibayar.

Lalu kekhawatiran tentang mata pencaharian, makanan, dan perawatan kesehatan.

Jepang diketahui terus menurunkan tingkat bunuh diri. Tahun lalu, Jepang mencatat 20.000 kematian akibat bunuh diri, angka ini terendah sejak pencatatan angka bunuh diri dimulai pada 1978.

Ini terjadi ketika para pejabat Jepang telah memperingatkan gelombang ketiga infeksi virus korona

dalam beberapa pekan terakhir ketika negara itu memasuki bulan-bulan musim dingin.

Hingga Jumat 27/11), Jepang telah mencatat total 2.087 kematian akibat virus korona.

Pada Sabtu (28/11), Kementerian Kesehatan mencatat jumlah orang yang dirawat di rumah sakit

dalam kondisi serius karena Covid-19 mencapai rekor 440 orang di Jepang.

Menurut penghitungan media lokal, kasus baru yang dilaporkan secara nasional mencapai lebih dari 2.600 orang.

Di Tokyo, kasus harian mencapai total lebih dari 500 baru-baru ini.

Angka ini meningkatkan kewaspadaan karena jumlahnya telah mencapai sekitar setengahnya selama beberapa bulan terakhir.

Jepang juga diketahui tidak pernah memberlakukan “lockdown”. Di sana, restoran dan bar secara berkala tutup lebih awal, termasuk di Tokyo yang dimulai pada Sabtu (28/11) lalu.

Baca Juga: Gading Marte Abadikan Anya Geraldine sedang Mandi

One Reply to “Krisis Bunuh Diri Wanita Naik 83% di Jepang”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *